Fashion Quote

"it's not about the clothes you wear, it's about how you wear them" - J. Bassil

Fashion Quote
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

3 Paradigma Fashion Pria Yang Harus Dipahami



Beberapa paradigma ini sering muncul di lingkungan kita. Untuk itu silahkan kamu cermati sejenak tetang tiga paradigma fashion pria yang sering terjadi. Kenapa hal ini harus diperhatikan? Karena jika tidak diperhatikan dan dicermati dengan benar, seringkali beberapa hal ini akan menjadi suatu penghambat bagi kita, untuk terus meningkatkan diri dalam hal berpenampilan.


1. Untuk Berpenampilan Membutuhkan Banyak Uang

Untuk hal ini sudah dibahas sebelumnya pada artikel tentang "Apakah Berpenampilan Harus Mahal?" Harga memang tidak selalu bohong. Kualitas terbaik memang harus kita bayar mahal. Tetapi jangan jadikan alasan bahwa upgrade penampilan haruslah membutuhkan banyak uang.

Sebenarnya anda hanya malas menabung dan malas untuk berinvestasi untuk diri sendiri. Seperti industri lainnya, industri fashion juga memiliki segmen pasar tersendiri. Selalu ada fashion yang sesuai dengan kemampuan finansial anda.



2. Harus Memiliki Tubuh Ideal

Hal ini juga tidak selalu benar. Beruntunglah kita sebagai pria yang tidak hanya dinilai dari segi fisik. Kepribadian menjadi hal yang selanjutnya bisa menjadi andalan setelah penampilan luar kita lulus dari seleksi wanita.

Paradigma ini sebenarnya lebih berpengaruh terhadap para wanita. Semua wanita di dunia ini sangat menginginkan tubuh ideal dan semampai, sehingga akan lebih mudah tampil menawan dengan paduan fashion yang sesuai.

Karena sudah menjadi hukum alam bahwa sifat dasar pria sangat tertarik dengan penampilan fisik menawan para wanita cantik.

So, jangan ada alasan untuk malas mengupgrade penampilan hanya karena kamu tidak memiliki tubuh yang ideal. Jika sulit mencari ukuran yang pas, berteman baiklah dengan para tukang jahit/ taylor. Mereka akan membantu untuk membuat pakaian dengan ukuran yang tepat untuk anda. Dengan perpaudan fashion yang tepat, kekurangan bentuk tubuh anda bisa sedikit tertutupi.



3. Berpenampilan Harus Selalu Mengikuti Trend

Tidak salah jika anda selalu mengikuti trend, justru itu bagus agar anda tidak terlalu "outdated" atau terlalu ketinggalan jaman. Dengan adanya trend, fashion tidak menjadi hal yang membosankan.

Hanya saja yang perlu kamu perhatikan adalah jangan terlalu berlebihan untuk mengaplikasikan semua trend terbaru pada dirimu. Hal tersebut akan membuatmu terlihat terlalu "crowded" atau ramai.

Kamu terkesan tidak memiliki penampilan yang unik dan khas. Selalu perhatikan trend yang ingin kamu gunakan. Apakah sesuai dengan karakter dan kesesuaian tubuh anda atau tidak.

Our Product : The Right - Black Hoodie Sweater Crows Zero

Tiga paradigma fashion ini hanya sebagian kecil dari dasar paradigma yang kamu wajib pahami. Karena jika tidak dipahami dengan benar, tentunya akan terjadi kesalahpahaman yang merugikan bagi pengembangan untuk penampilanmu.



source : http://fashionpria.com/

3 Paradigma Fashion Pria Yang Harus Dipahami
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Just For Fun : Eyang Subur as Main Character in Crows Explode

Sahabat crowser yang sedang menunggu rilisnya film ketiga dari sequel Crows Zero yaitu Crows Explode, pastinya pernah mendengar kabar yang santer akhir-akhir ini tentang Eyang Subur kan?



Di media cetak maupun media elektronik sangat sering membahas polemik yang terjadi antara Eyang Subur dengan oknum-oknum yang kian hari kian bertambah. Mulai dari Adi Bing Slamet, beberapa wanita yang sempat diberitakan merupakan calon isteri ke sembilan, hingga yang terakhir terdengar 'keras' melawan pihak Eyang Subur, yakni Arya Wiguna.

Coba bayangkan orang-orang ini berada di film Crows Zero, kalau memang perseteruan ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, mungkin akan menjadi tontonan yang menarik bagi kita ketika pihak Eyang Subur dan para pengikutnya bertarung fisik dengan pihak Adi Bing Slamet dan Arya Wiguna CS. Tentunya siapa yang menang dalam pertarunganlah yang akan menjadi orang tertinggi di Suzuran, eh malah ngelantur ke Suzuran nih.. Hehehe..

Tapi memang, perkelahian melalui media massa seperti ini bukanlah jalan yang baik, karena hanya akan menjadi pengalih bagi berita-berita lain yang sebenarnya lebih penting untuk kita dengar, seperti berita soal Crows Explode misalnya.. Hihihi..

Ada sedikit ilustrasi 'just for fun' yang bisa menghibur sahabat Crowser mungkin sedang dilema mau membela Eyang Subur ataukah Arya Wiguna.. :p



Just For Fun : Eyang Subur as Main Character in Crows Explode
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Apakah Berpenampilan Harus Mahal?



Berpenampilan menarik tidak harus selalu mahal. Merogoh kocek hingga puluhan juta hanya untuk memiliki brand tertentu. Bukan maksudnya melarang untuk menikmati uang jajanmu atau bahkan uang hasil keringatmu sendiri bagi yang sudah bekerja. Tapi ada baiknya kamu membelanjakannya dengan cerdas. Mendapatkan barang dengan kualitas yang bagus dengan harga yang terbaik.

Banyak orang yang tergila-gila dengan merek/brand tertentu. Selalu update dengan merek tersebut dari jenis A hingga B. Sehingga apa yang terjadi? Mereka hanya fokus dengan brand tersebut, tergila-gila terhadap kualitas barang yang ia kenakan, tetapi tidak peduli dengan kualitas dari keserasian terhadap penampilannya.



Banyak yang beranggapan dengan berlindung dari kemegahan suatu merek yang ia kenakan, akan membuat kualitas penampilan mereka setara dengan kualitas dari mereknya. Hal tersebut memang benar jika didukung dengan keserasian didalamnya.

Kunci dalam berpenampilan tidak selalu terletak dari brand yang mahal, melainkan pandai dalam mencari harga yang terbaik serta mampu menyerasikan (mix and match) antara barang yang satu dengan yang lainnya.

Our Product : Serizawa Flower Shirt - Black Suzuran Trouser


Ada baiknya jika kamu ingin memiliki barang yang mahal karena memang kamu menyukai dan membutuhkannya. Tidak hanya sekedar ikutan trend atau pamer dengan orang lain. Apa jadinya jika barang itu sudah tidak trend? Mau kamu apakan barang tersebut? Ada teori yang mengatakan, selalu tanyanyakan pada dirimu sendiri ketika berbelanja, "Bisa aku serasikan dengan apa kalau aku membeli ini?"

Kenapa harus begitu? Karena ketika anda berbelanja biasanya anda termakan nafsu, tidak sabar untuk memilikinya, yang pada akhirnya anda mengumpulkan barang-barang yang tidak ada keserasian diantaranya. 

Jika memang ingin memiliki barang-barang yang mahal dan bermerek, disarankan untuk memperhatikan trendnya. Cari trendnya tidak terlalu sering berubah, kamu bisa gunakan dalam jangka waktu yang panjang, dand tentunya cocok ketika kamu kenakan.


source : http://fashionpria.com/

Apakah Berpenampilan Harus Mahal?
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Beberapa Pilihan Kemeja dan Waktu Penggunaannya

Salah satu pakaian yang paling penting untuk pria adalah kemeja. Entah apakah kemeja itu lengan panjang atau pendek, benda yang satu ini saya yakin jumlahnya yang paling banyak mengisi lemari pakaian pria.

Dulu jaman ayah kita, memang isi lemari pakaian pria di dominasi oleh kemeja warna putih dan biru. Tapi beberapa dekade terakhir lebih banyak pilihan kemeja untuk pria. Kemeja warna cerah, motif garis, kotak-kotak, atau bahkan motif floral mulai menyelinap kedalam lemari pakaian kita.

Pilihan Kemeja

1. Kemeja Biru
Kemeja biru bisa dikenakan untuk hampir semua acara anda, mulai dari acara kasual sampai formal. Ketika kemeja putih terlihat agak mencolik dan kaku, kemeja biru dapat menggantikan peran tersebut. Miliki beberapa kemeja biru, mulai dari biru gelap hingga biru cerah.













2. Kemeja Kotak-kotak
Kemeja motif ini membuat penampilan anda terlihat lebih santai dan fun, bisa anda kenakan untuk hangout bersama teman, atau dikenakan sehari-hari untuk ke kantor. Saran kami, jangan pernah kenakan kemeja ini ketika akan presentasi bisnis anda atau acara formal lain.













3. Kemeja Striped Oxford
Kemeja klasik ini merupakan pilihan yang pas untuk kerja ke kantor. Pasangkan dengan celana khaki atau jeans, dan dasi adalah optional yang bisa anda kenakan. Gulung lengannya agar terlihat lebih santai atau jika ingin hangout bersama teman anda sepulang kerja.











4. Kemeja Kerah Kontras
Kemeja dengan kerah berwarna kontras tidak hanya identik dengan para banker, siapapun bisa. Kenakan dengan setelan berwarna gelap untuk acara-acara formal anda agar terlihat standing in the crowd.












5. Kemeja Style Militer
Kemeja dengan detail militer punya struktur yang elegan sehingga membuatnya agak sedikit formal kalu dibandingkan kemeja kasual pada umumnya. Anda bisa mengenakannya tanpa dasi untuk acara dinner anda.











6. Kemeja Kerah Mandarin
Kemeja kerah mandarin atau yang biasa disebut band collar ini mulai trend kembali akhir-akhir ini dan dapat dijadikan alternatif dari kemeja Oxford. Kenakan untuk acara santai anda, dan cocok juga untuk anda kenakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.









Our Product : Serizawa Flower Shirt
7. Kemeja Motif Bunga
Tinggalkan pendapat bahwa bunga adalah milik wanita saja. Anda tetap dapat tampil maskulin dengan kemeja motif bunga. kenakan di saat akhir pekan atau ketika hendak berlibur di musim panas.

















source : http://fashionpria.com/

Beberapa Pilihan Kemeja dan Waktu Penggunaannya
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Skull in Fashion





Skull atau tengkorak sering menjadi salah satu icon yang identik dengan kesan menyeramkan sekaligus stylish di dunia fashion. Tidak seperti motif ataupun aksen penyihir dan labu berwarna orange, aksen dan motif tengkorak ini tidak hanya hits di saat Halloween saja, tapi di sepanjang masa. Tengkorak merupakan sebuah bold statement dalam dunia fashion yang menyebar di berbagai style, mulai dari punk, rock, hingga gaya gank motor ala Jepang seperti The Front Of Armament yang ada di film Crows Zero kesayangan sahabat Crowser sekalian.



Sederet fashion item bermotif atau beraksen tengkorak pernah menghiasi berbagai fasion runway yang glamour dan keren. Fashion tengkorak ini juga begitu down to earth  hingga dapat kita temukan menjadi trend di berbagai street style yang keren, inovatif, dan menarik hingga saat ini. 

Siap-siap untuk terpukau dengan banyaknya ragam dan bentuk yang ditawarkan oleh fashion skull ini. Kamu dapat menemukannya di berbagai fashion item pakaian pria maupun wanita. Dalam pakaian pria khususnya, kamu dapat menemukan fashion skull ini dalam berbagai model pakaian pria, seperti kaos, jaket hoodie, jaket kulit, polo shirt, bandana, gelang & kalung, ikat pinggang, dan lain-lain.
Kaos Skull TFOA 3rd Gen
Jaket Kulit Skull Hideto Bando TFOA

Hoodie Jacket Skull TFOA 

Bandana Skull Multifungsi TFOA

Polo Shirt Skull TFOA






Tidak mengejutkan jika tengkorak atau skull  ini menjadi sebuah trend yang tidak terlupakan hingga kini. Mungkin ditambah karena kehadirannya yang bersifat fleksibel karena bisa disesuaikan dengan berbagai macam gaya. Trend tengkorak ini pun banyak terlihat digunakan oleh selebriti Hollywood maupun fashion K-pop yang dikenal unik, super stylish, dan digandrungi anak muda modern saat ini.

Skull in Fashion
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Sejarah Manga (Komik Jepang)





Manga yang kadang kala kita sering mengejanya dengan Ma-Nga, merupakan bahasa Jepang yang diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai komik. Bangsa Nippon sendiri mengeja Manga dengan Man-Ga atau Ma-Ng-Ga dan arti harafiah dari kata Manga adalah gambar aneh. Manga di Jepang diawali pada jaman Edo, dimana seorang pemahat kayu dan pelukis bernama Katsushika Hokusai (1760-1849), menciptakan istilah Hokusai Manga pada serial sketsanya yang berjumlah 15 volume dan diterbitkan pada tahun 1814. Hokusai itu sendiri berasal dari 2 huruf Cina yang memiliki arti gambar manusia untuk menceritakan sesuatu.

Di akhir abad 18, Kibyoushi, sebagai buku komik pertama yang berisi cerita muncul dengan tatanan gambar yang dikelilingi oleh tulisan (atau tulisan di samping gambar) sebagai narasinya. Manga tidak begitu berkembang hingga Perang Dunia II. Pada awal abad 19, muncul seorang mangaka yang membawa sejaraah baru di dunia manga Jepang. Dia adalah Osamu Tetzuka (1928-1989), karyanya yang terkenal adalah Tetsuwan Atom (yang di Indonesia dikenal sebagai Astro Boy) dan manganya yang diadaptasi dari novel Treasure Island karya Robert Louis Stevenson meraih nilai penjualan tertinggi nasional karena sukses dijual sebanyak 400.000 eksemplar.

Pada mulanya komik di Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney maka saat itu para penggemar komik Jepang adalah anak-anak. Namun pada tahun 1959 mulai diterbitkan dua majalah mingguan untuk anak laki-laki yaitu Shonen Magazine dan Shonen Sunday. Saat itu hiburan untuk anak di Jepang hanyalah komik saja, belum ada anime (sebutan untuk film animasi di Jepang) dan tentu saja belum ada game komputer. Sepuluh tahun kemudian, majalah komik untuk remaja mulai terbit, Manga Action (1967), Young Comic (1967), Play Comic (1968), dan Big Comic (1967). Pembaca komik yang usianya kurang lebih sembilan tahun pada tahun 1959, maka pada saat itu (tahun 1967) mereka telah berumur kurang lebih delapan belas tahun dan telah masuk masa remaja sehingga mereka mau membaca komik yang cocok dengan usia dan selera mereka.

Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Sebuah judul manga yang sukses dapat terbit hingga bertahun-tahun seperti / Jojo no Kimyō na Bōken / Jojo's Bizarre Adventure / Misi Rahasia. Umumnya, judul-judul yang sukses dapat diangkat untuk dijadikan dalm bentuk animasi (atau sekarang lebih dikenal dengan istilah ANIME) contohnya adalah seperti Naruto, Bleach dan One Piece.





Beberapa manga cerita aslinya bisa diangkat berdasarkan dari novel/ visual novel, contohnya adalah "Basilisk" (tidak beredar di Indonesia) berdasarkan dari novel Kōga Ninpōchō" oleh Futaro Yamada. Ada juga yang mengangkat dari segi sejarah, seperti sejarah Tiga Kerajaan (Three Kingdom) seperti Legenda Naga (Ryuuroden) dan sejarah-sejarah Jepang, kadang ada yang memakai nama yang benar-benar ada, ada juga yang memakai tokoh fiktif.

Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak diatas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul. Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan kedalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.

Untuk beberapa judul (yang sukses) bahkan telah/akan dibuat versi manusia (Live Action, atau kadang disingkat L.A. di Jepang), beberapa judul yang telah diangkat menjadi Live Action adalah Death Note, Detektif Conan, GeGeGe no Kintaro, Cutie Honie, Casshern, DevilMan, Saigake!! Otokojuku dan lain-lain. Lebih lanjut sebagian judul juga akan dibuat remake kembali secara internasional oleh produsen di luar negara Jepang, seperti Amerika, yang membuat film Live Action Dragon Ball versi Hollywood (20' Century Fox), dan kabarnya juga akan dibuat versi live action dari Death Note oleh pihak produser barat. Dalam hal ini, Crows Zero juga salah satu yang merupakan Live Action, namun memang berbeda dengan apa yang ada dalam komik Crows karena film Crows Zero sendiri merupakan cerita sebelum masa yang ada di komik Crows. 

Conan Live Action


Crows Zero Live Action 

Crows Zero Manga

Death Note Live Manga

Dragon Ball Live Action

Manga khas Jepang umumnya memiliki ciri khas penggambaran berupa mata yang besar, mulut dan hidung yang kecil dan sedikit distorsi pada panjang kaki *biasanya untuk menggambarkan karakter pria. Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/ style sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangakan menggambar sederhana khususnya pada bagian muka. Ada juga gaya menggambar Lolicon maupun Shotacon.

Ciri-ciri khusus gambar komik genre baru ini adalah realisme. Gaya realistis atau yang disebut juga "Gegiga" (Geki artinya gambar, Ga juga artinya gambar) merupakan gaya yang mendominasi komik jepang saat itu. Pada masa  itu cerita juga berubah menjadi realis dan serius. Manga yang pertama kali dieterbitkan di Indonesia disesuaikan dengan gaya baca masyarakat Indonesia yang dimulai dari kiri ke kanan. Padahal Manga original dari Jepang dimulai dari kanan ke kiri, sehingga untuk manga yang diterbitkan di Indonesia rata-rata tokohnya menjadi kidal karena gambar yang umumnya di flip. Ketidaksamaan ini menyebabkan kerancuan untuk komik yang bergenre detektif, seperti Conan dan Kindaichi, karena menyebabkan proses penyelesaian kasus dengan gambar alibi tokoh menjadi tidak sama (menyebabkan kekacauan inti cerita). Manga pertama yang diterbitkan di Indonesia dan menggunakan metode ini adalah Rurouni Kenshin.

Manga di Jepang dibuat berdasarkan pembaca, seperti :
  • Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut kodomo - untuk anak-anak.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk wanita dewasa disebut josei (atau redikomi) - wanita.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan disebut shōjo - remaja perempuan.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shōnen - remaja laki-laki.
Dan info terakhir mengenai Manga adalah adanya dua penerbit terbesar di Jepang adalah Shogakukan dan Shueisha. Semoga info ini dapat bermanfaat bagi sahabat Crowser sekalian dan tetap terus mencintai manga-manga yang ada. :)



source : http://duniagrafiskita.blogspot.com/

Sejarah Manga (Komik Jepang)
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Korean Style For Men





Trend fashion kini semakin variatif dan menarik. Trend pakaian pun tidak hanya terbatas dengan mengikuti trend terbaru dari berbagai fashion runway atau trend terbaru dari kota-kota fashion di dunia seperti Paris, London, atau New York saja lho. Kini berbagai trend fashion dari negara-negara Asia juga ikut menjadi trend fashion yang mendunia.

Saat ini gaya oriental, harajuku style, dan korean style sudah mendunia dan menjadi trend yang banyak diikuti oleh banyak fashionista. Tidak hanya bagi wanita saja, tapi juga untuk para pria stylish di dunia. Ingin gaya kamu juga sekeren artis Korea? Berikut beberapa fashion item yang khas dengan Korean style.

1. Outwear
Outwear menjadi fashion item wajib untuk dimiliki jika kamu ingin tampil ala Korea. Mungkin karena Korea selatan cenderung memiliki cuaca yang dingin, kebanyakan orang disana, terutama pada film-filmnya digunakan outwear berupa jaket, sweater, ataupu blazer dengan model ataupun tambahan aksen yang unik ataupun memiliki warna menarik.
TFOA Leather Jacket

Korean Blazer

Hoodie Jacket
Sweater


2. Skinny Jeans
Kebanyakan pria idaman Korea, misalnya saja seperti artis idola yang berasal dari Korea memiliki tubuh yang proporsional dan cenderung kurus. Karena itulah saat ini kebanyakan dari mereka menggunakan skinny jeans. Penggunaan skinny jeans juga mempermudah tampilan pria Korea yang juga menyukai mix dan match berbagai fashion item.


Skinny Pants


3. Color Pants
Untuk tampilan santai ataupun hang out, para pria Korea tidak ragu menggunakan celana dengan warna-warna menarik, seperti putih, biru, cokelat, atau warna apapun selain warna hitam. Padukan dengan atasan berwarna netral.

4. Aksesoris
Biar tambah gaya, jangan lupa menggunakan berbagai aksesoris pilihan yang disesuaikan dengan gaya kamu, acara yang kamu datangi, dan cuaca. Kamu bisa menggunakan kacamata saat kamu sedang pergi liburan dengan pacaran matahari yang hangat. Atau gunakan syal saat cuaca sedang dingin untuk bepergian keluar rumah. Begitu juga dengan aksesoris lainnya seperti topi, dasi, headband, ataupun gelang dan kalung untuk tampilan gaya yang lebih playful.


Our Product : TFOA Headband Multifunction

5. Statement shoes
Untuk melengkapi penampilan stylish  kamu, gunakan sepasang sepatu yang benar-benar mewakili kepribadian dan gaya kamu. Ingat, sepatu yang kamu pakai inilah yang akan membawa kamu kemanapun kamu pergi dengan rasa percaya diri.



Korean Style For Men
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Crows x Worst: An Introduction


Crows X Worst (aka Crows & Worst) adalah salah satu trend mainan terbesar di Jepang - dan adalah salah satu yang belum merambah ke Amerika. Mungkin hal ini tidak akan benar-benar terjadi, tapi ini adalah fenomena yang layak untuk dieksplorasi. Jika kamu mencari sesuatu yang unik dan edgy, dan benar-benar menjadi incaran dalam radar para kolektor dan fans, Crows X Worst adalah pilihan yang tepat.

Tapi sebelum itu kita harus tahu backgroud dasarnya. Crows dimulai pada tahun 1990 sebagai seri manga yang diciptakan oleh Hiroshi Takahashi. Adalah sebuah kisah yang berani tentang gangster remaja yang mudah emosi yang bertarung karena menghargai dan mengontrol Sekolah Suzuran yang merupakan sekolah khusus anak laki-laki. Bayangkan sebuah versi manga dari Eastside High dari film Lean On Me sebelum Morgan Freeman muncul - dan terdiri dari pelajar galak dari gangster Jepang, cowok-cowok kuat dan biker yang nakal. Para berandalan ciptaan Takahasi adalah sesuatu yang dipandang, berpakaian seperti Bosozoku biker, street punk dan fashion yang terinspirasi dari Takehiko Inoue yang realistis.

Pusat dari Crows sendiri adalah The Front Of Armament (TFOA), sebuah geng sepeda motor. Mereka modis, mengendarai sepada motor, bertato dan menghancurkan apapun atau siapapun yang menghalangi  jalan mereka. Karakter mereka dan pembangunan plot kaya akan drama meliputi menjaga kehormatan dan reputasi dan melakukan penghakiman jalanan.



Worst adalah sekuel dari Crows dan pertama kali muncul di Jepang dalam Majalah bulanan Shonen Champion pada isu Januari 2002. Terus di print sebagai seri tankoubon dan berlanjut sebagai best-seller. Ketika cerita mengenai Crows memberikan wawasan bagi para pembaca Worst kedalam variasi karakter yang berulang dari TFOA dan dengan tema yang berada diantara dua seri, Worst adalah cerita lengkap yang berputar disekitar peran baru.


Di Jepang, popularitas yang luas dari Crows X Worst terinspirasi oleh susunan yang memusingkan dari figur-figur yang dikoleksi, bandul kepala, mainan kapsul gashapon, dan kaos serta pakaian lainnya. Banyak yang terinspirasi geng The Front Of Armament dari Crows meskipun lebih banyak figur belakangan berasal dari manga Worst dan dua live-action film Crows Zero juga muncul. Seperti model Gundam, Evangelion, atau bahkan figur Star Wars, popularitas dari merchandise Crows X Worst telah melampaui manga dan/atau film yang aslinya menginspirasi mereka menjadi sebuah fenomena pop culture.

Film Crows Zero dengan dua live-action dan seri terbarunya yang sudah rilis adalah Crows Zero II yang didirect oleh Takashi Miike, sebgai orang yang menuai banyak pujian dari komunitas film internasional, dan menjadi hits di box office Jepang.


Dan hingga saat ini, Crows X Worst dan manga lain serupa menjadi inspirasi para muda mudi yang menggemari manga dan cukup mempunyai resonansi dalam level universal, terutama di Asia. Bahkan para fans fanatiknya memburu segala merchandise dan mengikuti gaya berpakaian para tokoh-tokoh TFOA ini.


source : http://www.animenewsnetwork.com/

Crows x Worst: An Introduction
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5

Gaya Fashion Jepang


Japanese fashion’ (busana/mode bergaya Jepang) merupakan perpaduan gaya tradisional Jepang dan modern. Hampir sebagian besar busana tradisional Jepang kini berevolusi menjadi street fashion meskipun sesekali busana tradisional asli masih dapat kita jumpai di beberapa kotabesar Jepang. Baju Jepang mulai menandingi tata busanagaya barat semenjak abad 21 dan selanjutnya sekarang berubah menjadi apa yang disebut dengan ‘street fashion’. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mode/gaya pakaian yang dikenakan seseorang melalui perpaduan trend mode terbaru dengan gaya tradisional. Contohnya seperti baju Jepang yang dibuat sendiri dengan tetap memakai bahan dasar dari toko kain.

Sekarang ini terdapat banyak macam gaya berpakaian di Jepang, termasuk juga baju dari perpaduan merk lokal dengan merk asing. Beberapa jenis gaya berpakaian tersebut terkesan ekstrim dan dapat dipandang sebagai pelopor seni yang setara dengan model peragaan busana di Eropa. Rentetan fenomena naik-turunnya popularitas dari kebanyakan trend baju/pakaian tersebut telah dicatat oleh Choicer Loki sejak tahun 1997 dalam majalah mode ’FRUiTS’. Majalah ini merupakan majalah terkemuka yang telah mengenalkan ’street fashion’ di Jepang.

’Street fashion’ kini telah menjadi trend yang paling populer di Jepang. Hal itu tidak lepas dari peran anak-anak muda Jepang yang mengenakan berbagai pakaian aneh di daerah perkotaan seperti Harajuku, Ginza, Odaiba, Shinjuku, dan Shibuya. Beberapa contoh gaya yang populer di Jepang antara lain Bikers, Lolita, Cosplay, Kogal, Ganguro, Bōsōzoku, dan Elegant Gothic Aristrocrat.

Sekarang banyak beredar baju import Jepang, yang banyak digunakan anak-anak muda. Baju import Jepang tersebut tampak trend saat ini. Makanya tidak heran jika banyak juga toko tempat jual baju Jepang bermunculan. Apakah Anda tertarik menggunakan baju tersebut?



crows-zero-2-image-10
Film Crows Zero - sebagai salah satu film yang menginspirasi fashion street ala Jepang
01
Crows Style
jaket tfoa 3th generation (A-1)-500x500
Biker's Jacket dalam film Crows Zero
gps-500x500
Jaket Genji Perfect Seiha
Kaos Crows Zero - Heyho Lets Go
V-Neck T-Shirt yang digunakan Genji Takiya dalam Film Crows Zero
model64-500x500
Jaket Cosplay Naruto - Sasuke Symbol




source : http://kerockan.blogspot.com/
Gaya Fashion Jepang
Reviewer:
Rating: 3.5 / 5