Sedikit Cerita Mengenai Manga

Jepang adalah negara luar biasa, termasuk kebudayaannya. Nah, satu produk budayanya yang telah mendunia adalah komik khas Jepang, yang biasa disebut manga.

Sejarah
Ada yang berpendapat bahwa manga bermula dari gulungan naskah tua abad ke-12. Namun pendefinisian naskah-naskah ini sebagai manga masih diperbincangkan, walau dipercayai bahwa inilah yang mengawali gaya pembacaan dari kanan ke kiri. Sumber lain mengatakan bahwa manga bermula di sekitar abad ke-18.

Sampai saat ini, para sejarawan dan penulis sejarah manga berpendapat bahwa kedua proses itu saling melengkapi dan membentuk manga modern. Pandangan mereka yang berlainan terkait pada kejadian penting apa yang mengakibatkan munculnya manga modern–antara peran dari peristiwa-peristiwa budaya dan sejarah setelah Perang Dunia II, dengan peran dari kebudayaan dan seni Jepang di era praperang, Meiji, dan praMeiji.

Manga modern bermula di zaman pendudukan Jepang oleh Sekutu (1945-1952) dan tahun-tahun setelahnya (1952-awal 1960an), saat militer dan ultranasionalis Jepang membangun kembali infrastruktur politik dan ekonomi Jepang. Di tahun-tahun awal, Sekutu secara spesifik melarang seni dan tulisan yang memuja perang dan militer Jepang, tapi hal itu tidak mencegah publikasi dalam bentuk lain, seperti manga. Selanjutnya pada tahun 1947, Constitution of Japan meniadakan segala bentuk sensor. Jelas akibatnya adalah ledakan kreativitas seni yang luar biasa. Di barisan depan perode ini, ada dua manga dan karakternya yang sangat berpengaruh. Mereka adalah Mighty Atom (Astro Boy) karya Osamu Tezuka di tahun 1951, dan Sazae-san karya Machiko Hasegawa di tahun 1946.

What is one man’s life compared to the eternity of time and space? No more than a snowflake that glitters in the sun for a moment before melting into the flow of time. 
Osamu Tezuka, Buddha, Vol. 2: The Four Encounters

Publikasi
Saat ini, industri manga telah menyebar ke seluruh dunia, di mana perusahaan-perusahaan distribusi membeli lisensi dan mencetak ulang manga ke bahasa setempat. Beberapa bentuk publikasi manga antara lain:

Majalah
Satu majalah manga biasanya berisi beberapa judul manga, dengan jumlah halaman tiap judul per kemunculan berkisar antara 20-40 halaman. Majalah manga juga berisi manga one-shot dan berbagaiyonkoma empat kotak (strip komik).

Tankōbon
Setelah sebuah judul manga berjalan beberapa saat, penerbit biasanya menyatukan tiap episodenya dan mencetaknya ke dalam sebuah buku yang disebut tankōbon. Tankōbon menggunakan kertas dengan kualitas lebih tinggi dari majalah. Buat kamu yang punya hobi koleksi judul manga tertentu, tankōbon adalah pilihan yang tepat.

Dōjinshi
Dōjinshi diproduksi oleh penerbit kecil amatir di luar pasar komersial umum. Konten cerita dōjinshi kebanyakan adalah parodi dari judul manga atau anime populer. Ada juga beberapa dōjinshi yang meneruskan cerita dari sebuah judul atau membuat cerita yang benar-benar baru dengan karakter-karakter yang sama, mirip seperti fan fiction.

Webmanga
Nah, ini media favorit saya untuk membaca manga. Selain murah dan mudah, kecepatan update juga menjadi keunggulan membaca manga via internet. Beberapa situs populer yang menampilkan manga secara online adalah: Ten Manga, Manga Stream, dan Manga Fox.



Kategori
Manga biasanya dikategorikan berdasarkan target pembacanya: josei, seinen, shōjo, shōnen, dan kodomo.

Josei
Manga ini ditujukan ke pembaca wanita dewasa atau yang menjelang akhir masa remajanya, yang sebagian besar juga dibuat oleh mangaka wanita. Josei cenderung bercerita tentang pengalaman sehari-hari dari wanita yang hidup di Jepang. Walau beberapa mencakupi kehidupan SMA, sebagian besar bercerita tentang kehidupan wanita dewasa. Manga josei menggambarkan percintaan yang lebih realistik, berlawanan dengan manga shōjo yang percintaannya dibuat ideal. Penceritaannya pun lebih eksplisit dan dewasa. Contoh manga josei: Nodame Cantabile, Tramps Like Us, dan Bara no Tameni.

Seinen
Kategori ini ditujukan kepada pembaca pria dewasa berusia 18-30 tahun, atau bahkan lebih tua. Gaya dan bahasan manga seinen sangat beragam, mulai dari avant-garde (seni murni) sampai pornografi. Dibanding shōnen, manga seinen memiliki judul dan cerita yang lebih gelap dan suram. Contoh mangaseinen: 20th Century Boys, Monster, dan Dragon Head.

Shōjo
Manga shōjo merujuk pada manga dengan target pembaca wanita berusia 10-18 tahun. Cerita pada shōjo mencakupi beragam hal dengan gaya cerita dan grafis yang bervariasi, dari sejarah sampai fiksi ilmiah dengan fokus yang kuat pada hubungan antarmanusia dan percintaan, dan emosi. Contoh manga shōjo: Hana Yori Dango, Sailor Moon, dan Fruits Basket.


I’ve set myself to become the King of the Pirates…and if I die trying…then at least I tried!Monkey D. Luffy, One Piece


Shōnen
Manga shōnen adalah kategori yang ditujukan ke pembaca pria berusia 10-18 tahun. Shōnendikarakteristikkan dengan cerita yang penuh aksi, penuh dengan plot lucu yang melibatkan protagonis pria. Cerita tentang persahabatan dalam tim olahraga, petualangan bersama teman, dan semacamnya sering ditekankan. Sering juga dimunculkan karakter wanita atraktif dengan fitur fisik yang ‘wow’ (fan service). Di Jepang, majalah manga shōnen adalah majalah manga yang paling populer. Contoh dari manga shōnen antara lain: Dragon Ball, One Piece, Great Teacher Onizuka.

Kodomo
Manga kodomo (kodomomuke) adalah istilah yang secara literal berarti manga yang ditujukan kepada anak-anak. Cerita dalam manga ini biasanya sangat berakhlak, mengajarkan anak-anak berkelakuan sebagai seseorang yang baik. Beberapa contoh manga kodomo: Doraemon, Keroro Gunsou, dan Shugo Chara.


Itu dia sedikit cerita yang agak panjang, overview dari manga.  Jadi apa manga favorit kamu apa?



source : http://adiebharyadi.wordpress.com/

Sedikit Cerita Mengenai Manga
Rating: 3.5
Reviewer: Crows Zero Fashion
ItemReviewed: Sedikit Cerita Mengenai Manga